7 Game Live-Service yang Tutup Server Paling Cepat

Whisky galore movie  Banyak pengembang kini memilih model live-service untuk game mereka. Model ini menawarkan pendapatan jangka panjang melalui pembaruan dan konten tambahan.

Namun, tidak semua game mampu mempertahankan pemain dalam waktu lama. Beberapa game bahkan kehilangan komunitas hanya dalam hitungan minggu.

Masalah gameplay, minimnya pemain, hingga strategi bisnis yang kurang tepat sering menjadi penyebab utama kegagalan.

Berikut tujuh game live-service yang mencatat rekor penutupan server tercepat.

“Baca Juga: Gundam Rogue Orbit Resmi Meluncur di Summer Game Fest“

1. Love Live! School Idol Festival 2 – Bertahan 120 Hari

Love Live! School Idol Festival 2 menjadi salah satu kasus yang cukup mengejutkan.

Game ritme ini membawa nama besar waralaba Love Live. Namun, popularitas seri tersebut ternyata tidak cukup membantu mempertahankan pemain.

Banyak pemain mengeluhkan minimnya perubahan dibanding seri sebelumnya. Selain itu, konten baru juga hadir dengan ritme yang kurang menarik.

Akibatnya, jumlah pemain terus menurun. Server game akhirnya tutup setelah bertahan sekitar 120 hari.

2. Highguard – Hanya Bertahan 45 Hari

Highguard hadir pada Januari 2026 dengan dukungan promosi yang cukup besar.

Banyak pemain berharap game ini menghadirkan pengalaman baru di genre kompetitif. Namun, hasil akhirnya jauh dari harapan.

Game ini menggabungkan aktivitas menambang, mengumpulkan barang, dan menyerang markas lawan. Sayangnya, banyak pemain menilai konsep tersebut tidak memiliki arah yang jelas.

Selain itu, desain karakter kurang menarik perhatian. Beberapa pemain bahkan membandingkan salah satu karakter dengan Ken dari Street Fighter.

Ukuran peta yang terlalu besar juga membuat pertandingan terasa lambat.

Tim pengembang terus menghadirkan pembaruan berdasarkan masukan pemain. Namun, upaya tersebut tidak berhasil mengembalikan popularitas game.

Akhirnya, Highguard mengumumkan penutupan server pada Maret 2026 setelah bertahan sekitar 45 hari.

3. The Day Before – Kontroversi yang Berakhir Cepat

The Day Before sempat menjadi salah satu game paling dinantikan.

Tim pengembang menampilkan trailer yang sangat menjanjikan. Banyak pemain berharap game ini menjadi standar baru genre survival.

Namun, versi rilis menampilkan kualitas yang jauh berbeda dari materi promosi.

Pemain segera melontarkan kritik keras setelah mencoba game tersebut. Banyak orang menuduh pengembang memberikan gambaran yang tidak sesuai kenyataan.

Karena game ini berbayar, gelombang pengembalian dana langsung terjadi.

Steam bahkan memberikan pengecualian khusus agar pemain bisa memperoleh refund.

Game ini meluncur pada 8 Desember 2023. Beberapa hari kemudian, pengembang mengumumkan penghentian proyek tersebut.

Server akhirnya tutup setelah bertahan sekitar 45 hari.

4. Radical Heights – Gagal Menantang PUBG dan Fortnite

Cliff Bleszinski dikenal sebagai sosok penting di balik beberapa game besar.

Namun, Radical Heights tidak mampu mengikuti kesuksesan proyek sebelumnya.

Game battle royale ini mengusung tema era 1980-an. Pengembang berharap konsep tersebut mampu menarik perhatian pemain.

Sayangnya, PUBG dan Fortnite sudah menguasai pasar saat itu.

Selain itu, pemain menemukan banyak bug dan masalah teknis selama masa Early Access.

Banyak pemain juga menilai game ini belum siap dirilis.

Early Access dimulai pada April 2018. Sebulan kemudian, tim pengembang mengumumkan penghentian layanan.

Server resmi tutup pada Mei 2018 setelah bertahan sekitar 34 hari.

5. The Cube, Saves Us – Bertahan 21 Hari

The Cube, Saves Us hadir pada Maret 2026.

XL Games mengembangkan game ini dengan konsep aksi dan ekstraksi dalam sebuah arena berbentuk kubus raksasa.

Pemain harus melawan monster dan pemain lain untuk mengumpulkan perlengkapan sebelum melarikan diri.

Konsep tersebut sebenarnya cukup menarik. Namun, eksekusi gameplay tidak berhasil memikat banyak pemain.

Animasi yang kaku dan minimnya promosi membuat game ini sulit dikenal.

Akibatnya, jumlah pemain menurun dengan sangat cepat.

Tim pengembang akhirnya menghentikan layanan hanya tiga minggu setelah peluncuran.

6. Concord – Kegagalan Besar Sony

Concord menjadi salah satu kegagalan terbesar dalam sejarah game live-service.

Sony mengembangkan game ini dengan biaya yang sangat besar. Namun, hasil akhirnya jauh dari harapan.

Game ini memasuki genre hero shooter saat pasar sudah dipenuhi pesaing kuat.

Selain itu, Concord menggunakan sistem berbayar. Sementara itu, banyak pesaing menawarkan pengalaman gratis.

Desain karakter juga gagal menciptakan identitas yang kuat.

Akibatnya, minat pemain sangat rendah sejak hari pertama peluncuran.

Game ini rilis pada 23 Agustus 2024. Hanya dua minggu kemudian, Sony menghentikan layanan game tersebut.

Concord hanya bertahan selama 14 hari sebelum menghilang dari pasar.

7. The Culling 2 – Rekor Penutupan Tercepat

The Culling 2 memegang rekor sebagai salah satu game live-service dengan umur terpendek.

Game ini meluncur pada 10 Juli 2018 sebagai penerus The Culling.

Namun, pemain langsung kecewa setelah mencoba game tersebut.

Pengembang menghilangkan banyak elemen unik dari seri pertama. Sebagai gantinya, mereka menghadirkan konsep battle royale yang mirip PUBG.

Keputusan tersebut membuat identitas game hilang.

Komunitas lama merasa pengembang mengabaikan ciri khas yang mereka sukai.

Gelombang kritik terus bermunculan setelah peluncuran.

Akhirnya, tim pengembang menarik game dari pasar dan mengembalikan dana pembelian pemain.

Server The Culling 2 hanya bertahan selama delapan hari.

Kegagalan Bisa Datang dari Berbagai Arah

Kisah tujuh game ini menunjukkan bahwa popularitas awal tidak menjamin kesuksesan.

Beberapa game gagal karena kualitas yang buruk. Sementara itu, game lain kalah bersaing di pasar yang sudah padat.

Selain gameplay, strategi bisnis dan komunikasi dengan pemain juga memegang peran penting.

Karena itu, pengembang harus memahami kebutuhan komunitas sebelum meluncurkan game live-service baru.

Jika tidak, nasib mereka bisa berakhir seperti game-game dalam daftar ini.

“Baca Juga: Tifa Resmi Gabung Street Fighter 6 di Season 4“