Whisky galore movie – Anthem – Gamer Buat Petisi Selamatkan dari Penutupan: Game Athem adalah game aksi RPG yang dikembangkan oleh BioWare dan dirilis oleh Electronic Arts (EA) pada tahun 2019. Saat itu, banyak gamer menaruh harapan tinggi terhadap game ini karena menjanjikan gameplay futuristik dan pertarungan spektakuler di udara.
Namun, game tersebut gagal memenuhi ekspektasi banyak pihak. Masalah teknis, sistem grinding berlebihan, dan pendekatan live-service membuat banyak pemain kecewa. Meski sistem terbang dan pertarungan sempat menuai pujian, keunggulan ini tak cukup untuk menyelamatkan popularitasnya.
“Baca Juga: Cara Kirim File Besar Lewat Email dengan Google Drive & Dropbox“
EA Putuskan Matikan Server Anthem
Pada awal Juli 2025, EA resmi mengumumkan akan mematikan server Anthem secara permanen pada 12 Januari 2026. Keputusan ini mengejutkan sebagian komunitas kecil yang masih aktif bermain.
Tanpa server, game ini tidak akan bisa dimainkan karena sejak awal memang dirancang sebagai game yang wajib online. Tidak ada mode offline atau single-player yang bisa dijalankan.
Petisi “Selamatkan Anthem” Muncul di Charge.org
Tak lama setelah pengumuman penutupan server, beberapa gamer langsung membuat petisi di Charge.org. Mereka meminta EA untuk mempertimbangkan kembali keputusannya.
Isi petisi tersebut cukup jelas. Gamer meminta EA untuk merilis file server privat atau semacam DLC khusus agar komunitas tetap bisa menjalankan game meski server resmi ditutup. Mereka juga ingin agar seluruh item dalam game bisa diperoleh lewat gameplay biasa, bukan microtransaction.
Petisi ini bukan hanya tentang menyelamatkan game. Ini juga menjadi bentuk perlawanan terhadap praktik game online berbayar yang sepenuhnya hilang saat server dimatikan.
Dukungan Muncul dari Gerakan Stop Killing Games
Hingga artikel ini ditulis, lebih dari 980 orang telah menandatangani petisi tersebut. Jumlah itu memang belum cukup besar, tetapi menunjukkan bahwa Anthem masih punya pendukung setia.
Gerakan Stop Killing Games juga menjadi sorotan. Gerakan ini mengajak gamer untuk menolak praktik penghapusan game online yang masih memiliki komunitas kecil. Para pendukungnya ingin perusahaan memberikan solusi alternatif sebelum benar-benar mematikan akses game.
Penutupan Anthem memberi bukti nyata betapa pentingnya gerakan ini. Gamer yang membeli game seharga penuh akhirnya kehilangan akses permanen hanya karena tidak ada server.
Anthem Bukan Game Gratis, Gamer Merasa Dirugikan
Berbeda dari game gratis seperti Warframe atau The First Descendant, Anthem adalah game berbayar. Gamer harus membayar di awal sebelum bisa memainkannya.
Karena itu, banyak gamer merasa dirugikan ketika EA memilih untuk mematikan server tanpa solusi. Semua uang yang telah dikeluarkan untuk membeli dan memainkan Anthem ikut lenyap tanpa ganti rugi.
Hal inilah yang membuat petisi dan protes terhadap EA menjadi semakin relevan. Gamer menuntut perlakuan adil atas hak mereka sebagai pembeli game.
Akankah EA Menanggapi Petisi Ini?
Anthem – Gamer Buat Petisi Selamatkan dari Penutupan:
Hingga kini, EA belum memberikan komentar resmi terhadap petisi tersebut. Banyak pihak menilai kemungkinan EA akan merespons sangat kecil. Namun, adanya petisi ini memberi tekanan moral agar perusahaan lebih bijak dalam menangani game live-service di masa depan.
Anthem mungkin tidak pernah menjadi game sukses secara komersial. Tapi kisahnya bisa menjadi pelajaran penting bagi industri game. Gamer tidak hanya membeli pengalaman bermain, tapi juga hak atas akses selama mungkin.
“Baca Juga: 151 Aplikasi Android Ini Diam-Diam Sedot Pulsa Pengguna“