Whisky galore movie – Battlefield 6 baru saja memasuki minggu kedua Open Beta.
Ribuan pemain berbondong-bondong mencoba game ini untuk merasakan sensasi pertempuran besar-besaran.
Seperti biasa, banyak gamer langsung membandingkan Battlefield dengan seri populer lainnya, Call of Duty.
Perbandingan ini memunculkan pertanyaan menarik.
Bagaimana sebenarnya tanggapan developer terhadap persaingan dua raksasa game FPS tersebut?
“Baca Juga: Strategi Jitu Menang di Champions Meeting Taurus Cup Umamusume“
Developer Nilai Battlefield dan Call of Duty Saling Melengkapi
Dalam wawancara dengan Jake Lucky, CEO Respawn Entertainment Vince Zampella dan GM Battlefield Byron Beede membahas hubungan kedua game ini.
Pertanyaan yang diajukan adalah apakah mereka melihat Call of Duty sebagai kompetitor utama.
Baik Vince maupun Byron memiliki sejarah di tim pengembangan Call of Duty.
Byron menjelaskan bahwa kedua game sudah lama hadir bersama.
Menurutnya, keduanya saling melengkapi di berbagai aspek.
Artinya, fitur yang tidak ada di Battlefield bisa ditemukan di Call of Duty.
Begitu juga sebaliknya, elemen unik Battlefield tidak selalu ada di Call of Duty.
Keduanya memberikan pengalaman berbeda bagi para pemain.
Fokus Battlefield 6 pada Identitas Unik
Jake Lucky juga menanyakan apa yang membedakan Battlefield 6 dari game FPS lainnya.
Byron menjawab dengan menekankan bahwa fokus utama adalah membuat Battlefield yang “sejati”.
Ia menyebutkan bahwa pemain sangat menyukai elemen kehancuran dalam game ini.
Fitur seperti destruction, sistem kelas, dan skala pertempuran menjadi ciri khas yang membuatnya berbeda.
Menurut Byron, inilah yang dimaksud dengan saling melengkapi.
Meskipun berada di genre yang sama, Battlefield dan Call of Duty punya daya tarik masing-masing.
Pasar yang Berbeda untuk Setiap Game
Kedua game memang sama-sama mengusung genre FPS.
Namun, pendekatan mereka terhadap gameplay membuat target pasar menjadi berbeda.
Battlefield menawarkan pengalaman pertempuran luas dengan elemen strategi dan kehancuran yang masif.
Sementara itu, Call of Duty fokus pada aksi cepat dan intensitas tinggi di setiap pertempuran.
Perbedaan inilah yang membuat keduanya bisa hidup berdampingan.
Pemain bisa menikmati kedua game tanpa merasa harus memilih salah satu.
Kesimpulan: Battlefield dan Call of Duty
Battlefield 6 hadir dengan identitas yang jelas dan fitur khas yang disukai penggemarnya.
Call of Duty juga mempertahankan keunggulannya di sisi lain genre FPS.
Pernyataan dari Byron Beede menunjukkan bahwa persaingan bukanlah satu-satunya cara melihat hubungan kedua game ini.
Mereka saling melengkapi dan menawarkan pengalaman yang berbeda bagi komunitas gamer.
Penggemar bisa menantikan perkembangan lebih lanjut dari Battlefield 6 setelah Open Beta ini.
Sementara itu, Call of Duty tetap akan menjadi pilihan menarik bagi mereka yang mencari aksi cepat.
“Baca Juga: Final Campaign Black Ops 7 Hadirkan Misi Multiplayer Epik“