Mark Rubin Luruskan Asal-usul XDefiant dan Splinter Cell

Whisky galore movie – Kabar mengejutkan muncul ketika Nick Herman dari AdHoc Studio menyebut Ubisoft pernah mengerjakan Splinter Cell baru. Ia menjelaskan bahwa proyek itu akhirnya dibatalkan dan berubah menjadi cikal bakal XDefiant. Informasi ini memicu diskusi besar di kalangan gamer. Banyak orang mengira XDefiant lahir karena Splinter Cell baru dibatalkan. Mark Rubin kemudian memberikan klarifikasi.

“Baca Juga: Banyak Akun Roblox Direset Gara-Gara Angka 69, Ini Faktanya!“

Mark Rubin Beri Penjelasan tentang Asal-usul XDefiant

Mark Rubin sebagai mantan Executive Producer XDefiant akhirnya berbicara. Ia membantah anggapan bahwa XDefiant muncul dari pembatalan Splinter Cell baru. Melalui akun Twitter X miliknya, Rubin menyatakan bahwa timnya tidak pernah mengerjakan Splinter Cell baru.

Rubin menjelaskan bahwa timnya justru mengembangkan proyek lain. Namun proyek tersebut tidak memberikan pengalaman bermain yang seru. Tim merasa konsepnya tidak berkembang dengan baik. Karena itu Ubisoft menghentikan proyek tersebut.

Setelah pembatalan itu, Rubin dan timnya mendapat kesempatan mengajukan ide baru. Mereka lalu mengembangkan konsep arena shooter. Konsep tersebut berkembang menjadi game shooter live service yang dikenal sebagai XDefiant.

Proses Kreatif XDefiant Tidak Berkaitan dengan Splinter Cell

Rubin menegaskan bahwa Splinter Cell tidak pernah menjadi bagian dari proses kreatif timnya. Ia menolak anggapan bahwa Ubisoft mengalihkan proyek stealth tersebut menjadi proyek lain. Ia ingin memperjelas bahwa kedua proyek itu tidak memiliki hubungan.

Penjelasan ini muncul karena banyak gamer merasa kecewa dengan nasib Splinter Cell. Penggemar menganggap bahwa Ubisoft lebih fokus membangun game live service dibanding menghidupkan kembali seri stealth klasik itu. Klarifikasi Rubin mencoba mengurangi salah paham tersebut.

Perjalanan Sulit yang Dialami Kedua Tim

Situasi kedua kubu juga terlihat kontras. Nick Herman meninggalkan Ubisoft dan mendirikan AdHoc Studio. Timnya sukses dengan game interaktif berjudul Dispatch. Keberhasilan ini menunjukkan pengalaman mereka dalam membangun cerita menarik.

Sementara itu tim Rubin menghadapi tantangan lain. XDefiant hanya menikmati popularitas singkat. Game tersebut kemudian mengalami penurunan pemain. Ubisoft akhirnya menutup layanan game itu setelah periode yang relatif singkat.

Dua perjalanan ini menunjukkan bahwa industri game sering bergerak tidak terduga. Banyak proyek gagal tumbuh sesuai ekspektasi. Namun beberapa proyek lain justru berkembang setelah melewati masa sulit.

Masa Depan Splinter Cell Masih Tidak Jelas

Penggemar Splinter Cell tetap menunggu langkah Ubisoft berikutnya. Seri ini berhenti setelah Splinter Cell Blacklist rilis bertahun-tahun lalu. Ubisoft belum memberikan informasi terbaru tentang kelanjutan cerita Sam Fisher.

Sam Fisher justru muncul sebagai karakter tamu di beberapa game Ubisoft. Ia hadir di Rainbow Six Siege, Ghost Recon Breakpoint, dan Ghost Recon Wildlands. Kemunculan ini memberi harapan kecil bagi penggemar, namun tidak menggantikan kehadiran game baru.

Hingga kini masa depan Splinter Cell tetap menggantung. Gamer masih berharap Ubisoft kembali menghidupkan seri ini. Banyak pemain percaya bahwa Splinter Cell memiliki peluang besar di pasar modern yang menyukai game stealth dan aksi taktis.

“Baca Juga: Horizon Steel Frontiers: Bocoran Game MMORPG Terbaru dari Sony“