Ubisoft Toronto Pangkas 40 Karyawan, Ini Dampaknya

Whisky galore movie  Ubisoft kembali melanjutkan restruktur besar di seluruh unit bisnisnya. Perusahaan membagi studio pengembang ke dalam lima Creative House berdasarkan kategori game. Manajemen mengubah struktur organisasi untuk menekan biaya dan menyederhanakan proses produksi.

Namun, kebijakan ini memicu kekhawatiran di internal studio. Sejumlah pengembang mulai bersiap menghadapi risiko pemutusan hubungan kerja. Kekhawatiran itu akhirnya menjadi kenyataan di salah satu studio besar mereka.

“Baca Juga: Resident Evil Requiem Sold Out, Spoiler Mengintai“

Ubisoft Toronto Konfirmasi PHK 40 Pegawai

Ubisoft Toronto mengonfirmasi pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 40 karyawan. Laporan dari MobileSyrup mengungkap jumlah tersebut secara resmi. Studio ini sebelumnya mempekerjakan sekitar 500 orang.

Artinya, perusahaan memangkas sekitar delapan persen tenaga kerja di Toronto. Manajemen menyebut langkah ini sebagai bagian dari inisiatif penghematan biaya. Ubisoft menjalankan strategi efisiensi setelah merombak struktur perusahaan secara menyeluruh.

Sebelumnya, Ubisoft juga menutup Ubisoft Halifax sebagai bagian dari langkah serupa. Oleh karena itu, keputusan di Toronto bukan kejutan besar bagi pengamat industri.

Penghematan Biaya dan Pembatalan Proyek

Selain memangkas tenaga kerja, Ubisoft juga menghentikan beberapa proyek. Perusahaan membatalkan pengembangan Prince of Persia: The Sands of Time Remake dalam tahap tertentu. Keputusan itu menunjukkan fokus baru pada efisiensi dan prioritas proyek.

Manajemen menyatakan bahwa keputusan ini tidak mencerminkan kualitas para pegawai terdampak. Perusahaan menilai talenta dan kontribusi mereka tetap berharga. Namun, kondisi bisnis mendorong perusahaan mengambil langkah sulit.

Selain itu, Ubisoft berjanji membantu pegawai melewati masa transisi. Perusahaan menawarkan dukungan agar mereka dapat mencari peluang baru. Dengan demikian, manajemen mencoba menjaga reputasi dan hubungan profesional.

Proyek Splinter Cell Remake Tetap Berjalan

Di sisi lain, Ubisoft Toronto tetap melanjutkan beberapa proyek penting. Studio ini terus mengembangkan remake dari seri pertama Splinter Cell. Ubisoft mengumumkan proyek tersebut pada 2021 dan hingga kini masih mengerjakannya.

Selain itu, Ubisoft Toronto juga membantu pengembangan game lain. Studio ini berkontribusi pada proyek yang berjalan di bawah Ubisoft Montreal. Salah satu contoh proyek besar tersebut adalah Rainbow Six Siege.

Dengan kata lain, studio Toronto tetap memegang peran penting dalam ekosistem Ubisoft. Meski terjadi pemangkasan, manajemen masih mempertahankan proyek utama.

Restruktur Belum Tentu Berakhir

Restruktur besar ini menunjukkan perubahan arah strategi Ubisoft. Perusahaan ingin menyesuaikan biaya dengan kondisi pasar yang semakin kompetitif. Namun, langkah ini juga menimbulkan ketidakpastian bagi karyawan.

Jika kondisi bisnis belum stabil, perusahaan bisa saja mengambil langkah lanjutan. Oleh sebab itu, pengamat industri menilai kemungkinan PHK tambahan tetap terbuka.

Secara keseluruhan, Ubisoft Toronto menghadapi fase transisi penting. Perusahaan menyeimbangkan efisiensi biaya dengan kelanjutan proyek besar. Sementara itu, para pengembang menghadapi tantangan baru di tengah perubahan besar ini.

“Baca Juga: God of War Trilogy Remake Punya Combat Baru“