Whisky galore movie – Embark Studios sedang menarik perhatian industri game. Studio ini meraih popularitas melalui pengembangan game ARC Raiders.
Namun, sebagian pemain menyampaikan kritik terhadap penggunaan teknologi AI dalam dialog game. Kritik tersebut terutama menyasar penggunaan suara buatan untuk beberapa karakter.
Kini, Embark Studios mengambil langkah baru. Studio ini mulai mengganti suara AI dengan suara aktor manusia.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa pengembang memperhatikan masukan dari para pemain.
“Baca Juga: Final Fantasy VII Remake Part 3 Siapkan Gameplay Baru“
Kritik Pemain Muncul karena Penggunaan AI
Sebelumnya, Embark Studios menggunakan teknologi AI untuk menghasilkan beberapa dialog dalam game. Teknologi tersebut membantu tim pengembang membuat voice line dengan cepat.
Studio ini juga menggunakan pendekatan serupa dalam game lain mereka, yaitu The Finals.
Meski demikian, sebagian pemain merasa suara AI terdengar kurang hidup. Mereka menilai dialog tersebut tidak memiliki emosi yang kuat.
Karena itu, banyak pemain meminta studio kembali menggunakan aktor suara manusia.
Kritik tersebut muncul di berbagai komunitas game dan media sosial.
CEO Embark Studios Jelaskan Peran AI
CEO Embark Studios, Patrick Söderlund, menjelaskan posisi perusahaan terhadap teknologi AI. Ia menyampaikan pandangannya dalam wawancara dengan GamesIndustry.biz.
Menurut Patrick, Embark Studios memandang AI sebagai alat produksi. Teknologi tersebut membantu tim pengembang menguji berbagai ide dialog.
AI memungkinkan tim mencoba banyak variasi dialog dalam waktu singkat. Dengan cara ini, tim dapat menentukan dialog terbaik sebelum proses rekaman.
Patrick menjelaskan bahwa AI tidak menggantikan aktor suara.
Sebaliknya, teknologi tersebut membantu proses pengembangan game.
Aktor Suara Tetap Terlibat dalam Proses Produksi
Embark Studios tetap bekerja sama dengan pengisi suara profesional. Studio ini memperoleh lisensi suara dari aktor untuk beberapa keperluan produksi.
Dalam beberapa kasus, tim menggunakan lisensi tersebut untuk teknologi text-to-speech. Teknologi tersebut membantu menghasilkan suara sementara selama proses pengembangan.
Namun, Patrick mengakui bahwa kualitas suara manusia tetap lebih baik.
Aktor profesional mampu menghadirkan emosi dan ekspresi yang lebih kuat.
Karena itu, studio mulai mengganti beberapa dialog AI dengan rekaman suara manusia.
Embark Studios Mulai Mengganti Dialog AI
Embark Studios kini melakukan rekaman ulang untuk sejumlah dialog. Tim mengganti suara AI dengan rekaman aktor manusia.
Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas pengalaman pemain.
Selain itu, perubahan ini juga menunjukkan bahwa studio mendengarkan kritik dari komunitas.
Banyak pemain merasa lebih puas dengan keputusan tersebut.
Suara manusia memberikan nuansa yang lebih alami dalam game.
Dengan begitu, karakter dalam game terasa lebih hidup.
Komunitas Game Sambut Perubahan Ini
Respons komunitas game terhadap langkah Embark Studios cukup positif.
Banyak pemain mengapresiasi sikap studio yang terbuka terhadap kritik.
Pengembang yang mendengarkan pemain sering kali mendapatkan dukungan lebih kuat dari komunitas.
Langkah ini juga membantu menjaga reputasi game di pasar.
Beberapa pemain menilai keputusan tersebut dapat memperkuat kualitas ARC Raiders saat rilis nanti.
Selain itu, perubahan ini juga menunjukkan bahwa teknologi AI tetap memiliki batas.
AI dapat membantu proses produksi. Namun, aktor manusia tetap memiliki peran penting dalam menciptakan emosi.
Masa Depan AI dalam Industri Game
Perdebatan tentang penggunaan AI dalam game masih terus berkembang.
Sebagian pengembang melihat AI sebagai alat yang membantu produksi. Sementara itu, sebagian pemain khawatir teknologi tersebut menggantikan kreativitas manusia.
Embark Studios mencoba mencari keseimbangan antara teknologi dan kreativitas.
Studio menggunakan AI untuk tahap pengujian. Namun, mereka tetap mengandalkan aktor manusia untuk hasil akhir.
Pendekatan ini mungkin menjadi contoh bagi studio lain.
Industri game kemungkinan akan terus memanfaatkan AI. Namun, kualitas pengalaman pemain tetap menjadi prioritas utama.
“Baca Juga: Rumor: Final Fantasy VII Remake Part 3 Siapkan Gameplay Baru“