Whisky galore movie – Neverness To Everness menjadi salah satu game yang paling banyak dibicarakan gamer belakangan ini.
Game buatan Hotta Studio tersebut menghadirkan dunia open world modern dengan nuansa mirip game kriminal kota besar. Selain itu, game ini juga menggabungkan elemen action RPG yang menarik perhatian pemain.
Sebelum peluncuran, Neverness To Everness berhasil mencatat sekitar 90 juta pra-registrasi. Angka tersebut menunjukkan antusiasme besar dari komunitas gamer global.
Namun, di tengah popularitasnya, muncul kontroversi terkait penggunaan aset berbasis kecerdasan buatan atau Generative AI.
“Baca Juga: Mod NFS Carbon Ini Ubah Balapan Jadi Game Rhythm“
Pemain Temukan Dugaan Aset AI dalam Game
Beberapa pemain menemukan aset visual yang dianggap mirip hasil Generative AI. Temuan tersebut langsung menyebar luas di media sosial dan forum komunitas game.
Beberapa aset yang menjadi sorotan meliputi poster, video promosi, dan elemen latar dalam game. Pemain juga menyoroti video misi “Pink Paws Heist” dan materi promosi “Clear Skies in Summer”.
Karena itu, banyak pemain mulai mempertanyakan proses pengembangan game tersebut. Sebagian komunitas juga meminta klarifikasi langsung dari tim pengembang.
Hotta Studio Beri Penjelasan Resmi
Melalui akun resmi @NTE_Global di platform X, Hotta Studio akhirnya memberikan tanggapan resmi.
Tim pengembang lebih dulu mengucapkan terima kasih kepada pemain atas kritik dan masukan yang diberikan. Setelah itu, mereka menjelaskan proses pengembangan game secara lebih terbuka.
Hotta Studio menegaskan bahwa karakter, cerita, dan dunia utama Neverness To Everness berasal dari hasil karya manusia. Tim artist, penulis, dan desainer internal mereka membuat elemen utama game tersebut.
Selain itu, tim pengembang juga mengakui penggunaan alat berbasis AI. Namun, mereka menyebut penggunaannya hanya terbatas pada sebagian kecil aset latar dan lingkungan.
Mereka menegaskan bahwa AI tidak digunakan untuk membuat karakter maupun cerita utama game.
VTuber Ironmouse Batalkan Kerja Sama
Kontroversi ini juga menarik perhatian Ironmouse. VTuber populer tersebut sebelumnya bekerja sama dengan Neverness To Everness untuk sponsor siaran langsung.
Namun, Ironmouse mengaku kecewa setelah mengetahui dugaan penggunaan aset AI dalam game tersebut. Karena itu, ia memutuskan membatalkan kerja sama sponsornya dengan pihak pengembang.
Keputusan tersebut langsung menjadi pembahasan besar di komunitas gamer dan penggemar VTuber.
Hotta Studio Mulai Ganti Aset yang Dipermasalahkan
Dalam pernyataan yang sama, Hotta Studio menyebut mereka telah meninjau aset yang dipermasalahkan pemain.
Tim pengembang kemudian mengerjakan ulang beberapa aset tersebut. Selain itu, mereka juga mulai mengganti aset yang dianggap menggunakan Generative AI.
Saat ini, beberapa pemain mengaku sudah melihat perubahan pada aset di dalam game. Poster dan elemen visual tertentu kini tampil berbeda dibanding sebelumnya.
Hotta Studio juga mengajak pemain terus memberikan masukan. Mereka menyatakan ingin menjaga kualitas game sesuai harapan komunitas.
Kontroversi AI Masih Jadi Isu Besar di Industri Game
Kasus Neverness To Everness kembali menunjukkan perdebatan besar soal penggunaan AI di industri game. Banyak pemain mendukung kreativitas manusia dalam proses pengembangan game.
Di sisi lain, beberapa studio mulai memakai AI untuk membantu pekerjaan tertentu. Karena itu, transparansi menjadi hal penting bagi pengembang game modern.
Hotta Studio kini mencoba meredam kritik dengan mengganti aset yang dipermasalahkan. Meski begitu, kontroversi ini masih menjadi perhatian besar di kalangan gamer.