Le Vertige Hadirkan Visual ala Game PS1 yang Unik

Whisky galore movie  Adaptasi video game ke film sudah menjadi hal yang umum dalam industri hiburan. Namun, sutradara asal Prancis, Quentin Dupieux, memilih pendekatan yang berbeda untuk proyek terbarunya.

Ia menghadirkan film animasi berjudul Le Vertige dengan tampilan visual yang mengingatkan pada game era konsol PlayStation pertama.

Film tersebut menampilkan model karakter sederhana, animasi kaku, dan berbagai efek visual yang menyerupai game tahun 1990-an hingga awal 2000-an. Karena itu, banyak penonton langsung membandingkan tampilannya dengan game klasik generasi lama.

“Baca Juga: Kode Redeem Wuthering Waves Terbaru Mei 2026“

Quentin Dupieux Sengaja Pilih Gaya Visual Sederhana

Meski terlihat seperti proyek eksperimental, Le Vertige ternyata memiliki konsep yang dirancang dengan matang. Dupieux sengaja menciptakan visual yang tampak kasar dan tidak sempurna.

Ia tidak berusaha membuat animasi yang halus seperti film modern pada umumnya. Sebaliknya, ia justru mempertahankan tampilan yang sederhana untuk mendukung suasana cerita.

Pendekatan tersebut membuat Le Vertige tampil berbeda dari kebanyakan film animasi saat ini. Karena itu, film ini berhasil menarik perhatian pecinta film dan penggemar game retro.

Film Tayang di Festival Film Cannes 2026

Le Vertige tidak hanya menarik perhatian karena visualnya yang unik. Film tersebut juga berhasil masuk dalam ajang bergengsi Festival Film Cannes 2026.

Keikutsertaan film ini di Cannes menunjukkan bahwa konsep yang tidak biasa tetap memiliki daya tarik di dunia perfilman.

Selain tampil di festival tersebut, Le Vertige juga dijadwalkan tayang di bioskop Prancis pada 10 Juni 2026.

Tim Produksi Gunakan Peralatan Sederhana

Dalam wawancara dengan media Trois Couleurs, Dupieux menjelaskan proses produksi film tersebut. Ia mengaku seluruh tim tidak memiliki pengalaman membuat film animasi sebelumnya.

Dupieux hanya bertugas mengarahkan proyek dan merekam suara para pengisi karakter. Setelah itu, ia menyerahkan proses pengerjaan kepada lima lulusan baru sekolah seni.

Tim tersebut mengembangkan film menggunakan iPhone, aplikasi murah, Blender, dan perangkat lunak gratis lainnya.

Meskipun menggunakan peralatan sederhana, mereka tetap berhasil menyelesaikan proyek hingga siap tayang di layar lebar.

Bug Visual Jadi Bagian dari Cerita

Salah satu hal yang paling mencolok dalam trailer Le Vertige adalah banyaknya gangguan visual. Beberapa adegan bahkan terlihat seperti mengalami bug atau kesalahan grafis.

Namun, Dupieux memang menginginkan efek tersebut. Ia menjadikan kekurangan visual sebagai bagian penting dari identitas film.

Konsep itu selaras dengan cerita yang diusung Le Vertige. Dalam film tersebut, para karakter mulai menyadari bahwa mereka hidup di dalam sebuah dunia simulasi.

Karena itu, tampilan yang tidak sempurna justru mendukung suasana cerita yang ingin disampaikan. Pendekatan tersebut membuat Le Vertige menjadi salah satu proyek animasi paling unik yang muncul pada 2026.