EA Tutup BioWare, Nasib Game Mass Effect Jadi Tanda Tanya

Whisky galore movie – Electronic Arts (EA) dikabarkan menutup BioWare, studio pengembang Dragon Age dan Mass Effect. Kabar ini muncul setelah EA berada di bawah kepemilikan konsorsium investasi yang melibatkan Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi.

Keputusan tersebut menjadi sorotan karena BioWare memiliki sejarah panjang dalam industri game. Selain itu, penutupan studio ini berpotensi mengubah masa depan sejumlah waralaba legendaris.

“Baca Juga: Xbox Handheld Rilis 2027, Project Helix Menyusul 2028?“

Laporan Ungkap PHK dan Penutupan BioWare

Menurut laporan Jason Schreier dari Bloomberg pada 21 Oktober 2026, EA mengambil langkah besar terhadap BioWare. Laporan tersebut menyebut keputusan itu sebagai salah satu perubahan penting sejak konsorsium investasi mengambil alih perusahaan.

Kebijakan ini juga berdampak pada ratusan pekerja EA. Laporan yang beredar menyebut sekitar 400 karyawan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Dari jumlah tersebut, sekitar 50 orang bekerja di kantor pusat BioWare di Edmonton, Kanada.

EA mengambil keputusan tersebut setelah mengevaluasi kondisi bisnis selama beberapa bulan terakhir. Perusahaan ingin menyesuaikan jumlah tenaga kerja dan investasi dengan prioritas bisnis jangka panjang.

Dalam memo internal, EA menjelaskan bahwa perusahaan akan memusatkan sumber daya pada bidang yang memiliki peluang pertumbuhan terbesar. EA juga ingin mengarahkan investasi pada proyek yang memberikan nilai lebih besar bagi pemain.

Namun, informasi mengenai penutupan BioWare dan dampaknya terhadap seluruh karyawan masih perlu mengikuti pengumuman resmi perusahaan.

EA Fokus pada Game Olahraga dan Waralaba Besar

Setelah melakukan perubahan organisasi, EA berencana memperkuat sejumlah waralaba andalannya. Perusahaan tetap memprioritaskan game olahraga serta beberapa seri populer lainnya.

EA juga ingin mengembangkan sejumlah judul, termasuk Apex Legends, Battlefield, dan Star Wars Jedi. Fokus tersebut menunjukkan upaya perusahaan mempertahankan waralaba yang memiliki basis pemain besar.

Sementara itu, rumor sebelumnya menyebut DICE sedang membicarakan kemungkinan pengembangan game Star Wars baru. Proyek tersebut kabarnya berpotensi mengarah pada Star Wars Battlefront 3.

Selain itu, Respawn Entertainment juga dirumorkan mengerjakan game Star Wars Jedi berikutnya. Meski demikian, kedua proyek tersebut masih membutuhkan konfirmasi resmi.

Masa Depan Mass Effect Terbaru Terancam

Dampak terbesar dari kabar ini muncul pada masa depan Mass Effect. Informasi yang beredar menyebut EA membatalkan proyek Mass Effect berikutnya setelah menutup BioWare.

Kabarnya, EA juga tidak memindahkan proyek tersebut ke studio lain dalam perusahaan. Jika informasi ini benar, penggemar harus menghadapi ketidakpastian mengenai kelanjutan waralaba RPG fiksi ilmiah tersebut.

BioWare selama bertahun-tahun membangun reputasi melalui cerita mendalam, pilihan pemain, dan karakter yang kuat. Seri Mass Effect menjadi salah satu karya paling dikenal dari studio tersebut.

Karena itu, kabar penutupan BioWare menimbulkan pertanyaan mengenai kelanjutan waralaba yang telah memiliki banyak penggemar.

Perubahan Besar di Bawah Kepemilikan Baru EA

Kabar mengenai BioWare menandai perubahan penting dalam arah bisnis EA. Perusahaan kini menghadapi tekanan untuk menyelaraskan biaya operasional dengan target pertumbuhan.

Di sisi lain, keputusan tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi pekerja industri game dan penggemar waralaba lama. Mereka kini menunggu kejelasan mengenai nasib proyek-proyek yang sebelumnya menjadi bagian dari rencana BioWare.

Untuk saat ini, masa depan Mass Effect dan status akhir BioWare masih membutuhkan kepastian dari EA. Pengumuman resmi perusahaan akan menjadi penentu perkembangan selanjutnya.

“Baca Juga: Capcom ID Diretas, 11 Juta Akun Gamer Terdampak“