Whisky galore movie – Kesuksesan Ghost of Yotei tidak hanya membawa keuntungan bagi pengembangnya. Game buatan Sucker Punch itu juga memberikan dampak nyata bagi sektor pariwisata di Jepang.
Game yang meluncur pada 2025 tersebut mengajak pemain menjelajahi Jepang pada era 1600-an. Pemain mengikuti perjalanan Atsu yang berusaha membalas dendam setelah kehilangan keluarganya.
Popularitas game ini terus meningkat. Bahkan, Ghost of Yotei berhasil melampaui pencapaian Ghost of Tsushima dengan penjualan lebih dari 3,3 juta kopi dalam 32 hari pertama.
Kini, kesuksesan itu mulai menghidupkan kembali kawasan sekitar Gunung Yotei di Hokkaido.
“Baca Juga: Ghost of Yotei Picu Lonjakan Wisata di Gunung Yotei“
Tujuh Kota Siapkan Program Wisata Bertema Ghost of Yotei
Laporan dari Nikkei menyebut tujuh kota di sekitar Gunung Yotei mulai menyusun strategi untuk menarik lebih banyak wisatawan.
Pemerintah daerah bekerja sama dengan perusahaan pemegang lisensi IP. Kerja sama itu memberi hak kepada setiap kota untuk menjual merchandise resmi bertema Ghost of Yotei.
Produk yang dijual tidak sekadar membawa logo game. Para pengrajin lokal membuat setiap suvenir menggunakan kayu asli Hokkaido.
Pendekatan tersebut menghadirkan produk yang lebih unik sekaligus memperkenalkan kerajinan tradisional kepada wisatawan.
Selain itu, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha lokal.
Niseko Siapkan Tur Khusus untuk Penggemar Game
Niseko menjadi salah satu kota yang bergerak lebih jauh.
Pemerintah setempat mempertimbangkan pembukaan paket wisata khusus bagi penggemar Ghost of Yotei.
Tur tersebut memungkinkan wisatawan mengunjungi lokasi nyata yang menjadi inspirasi berbagai area dalam game.
Pengunjung dapat menikmati keindahan Gunung Yotei sekaligus mengenal budaya serta sejarah Hokkaido.
Strategi itu diharapkan menarik wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin merasakan pengalaman serupa dengan permainan tersebut.
Ghost of Yotei Ulangi Kesuksesan Ghost of Tsushima
Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru bagi Sucker Punch.
Sebelumnya, Ghost of Tsushima juga berhasil meningkatkan jumlah wisatawan ke Pulau Tsushima setelah dirilis pada 2020.
Banyak pemain datang langsung untuk melihat lokasi yang menjadi inspirasi dunia permainan.
Antusiasme penggemar bahkan melampaui kegiatan wisata biasa.
Mereka berhasil menggalang dana sekitar 260 ribu dolar AS untuk membantu renovasi sebuah kuil yang rusak di Pulau Tsushima.
Aksi tersebut menunjukkan hubungan kuat antara komunitas pemain dengan lokasi yang mereka kenal melalui game.
Industri Game Beri Dampak Nyata bagi Pariwisata
Keberhasilan Ghost of Yotei membuktikan bahwa industri game mampu memberikan manfaat di luar dunia hiburan.
Popularitas sebuah game dapat memperkenalkan daerah wisata kepada jutaan pemain di seluruh dunia.
Karena itu, pemerintah daerah mulai memanfaatkan momentum tersebut untuk mengembangkan sektor pariwisata.
Merchandise lokal, paket wisata, hingga promosi budaya menjadi bagian dari strategi tersebut.
Jika rencana ini berjalan sukses, kawasan Gunung Yotei berpeluang menjadi destinasi favorit baru bagi para penggemar game dan wisatawan internasional.
Ghost of Yotei akhirnya tidak hanya sukses di pasar game, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi lokal melalui meningkatnya kunjungan wisata ke Hokkaido.
“Baca Juga: Steam Machine Laris, Stok di Jepang Habis dalam 48 Jam“