Whisky galore movie – Nama Leslie Benzies kembali ramai diperbincangkan di internet.
Perbincangan ini tidak hanya menyorot proyek game barunya.
Publik juga menyorot pernyataan kontroversial soal dugaan sabotase pihak asing.
Kini, situasi tersebut berkembang lebih jauh.
Leslie Benzies memutuskan untuk mundur sementara dari studio Build a Rocket Boy.
Keputusan ini langsung mengubah struktur kepemimpinan internal studio.
“Baca Juga: Panduan Build Pogranichnik Terkuat di Arknights Endfield“
Mark Gerhard Resmi Menjabat CEO Tunggal
Studio menunjuk Mark Gerhard sebagai CEO penuh.
Sebelumnya, Mark dan Leslie berbagi peran sebagai Co-CEO.
Perubahan ini menandai pergeseran besar dalam manajemen studio.
Informasi tersebut pertama kali muncul melalui laporan Insider Gaming.
Mark Gerhard mengirim email resmi kepada seluruh karyawan studio.
Ia menjelaskan bahwa Leslie mengambil hak cuti setelah bekerja intensif selama satu tahun.
Mark juga menegaskan bahwa dirinya akan memimpin studio sepenuhnya selama masa tersebut.
Ia menggunakan jabatan CEO tanpa embel-embel Co-CEO.
Langkah ini menunjukkan durasi cuti yang tidak singkat.
Alasan Mundur Sementara: Fokus Istirahat
Mark menjelaskan bahwa Leslie ingin beristirahat dari tekanan kerja.
Pengembangan game selama setahun terakhir menguras energi dan fokus.
Karena itu, Leslie memilih menjauh sementara dari aktivitas studio.
Namun, pernyataan internal ini memicu spekulasi publik.
Beberapa pihak mengaitkan cuti tersebut dengan isu lain.
Isu tersebut beredar luas di luar lingkup pengembangan game.
Rumor Eksternal Ikut Memperkeruh Situasi
Sebagian rumor menghubungkan nama Leslie dengan Epstein File.
Tuduhan tersebut menyebut keterlibatan dalam kasus pelecehan.
Leslie secara terbuka membantah semua tuduhan tersebut.
Tidak ada bukti resmi yang mengaitkan isu itu dengan cuti Leslie.
Namun, rumor tetap memengaruhi persepsi publik.
Situasi ini menambah tekanan terhadap studio.
Mantan Pegawai Sebut Studio Alami Krisis
Laporan yang sama memuat komentar mantan pengembang Build a Rocket Boy.
Mereka menilai studio tengah berada dalam kondisi krisis internal.
Sebagian dari mereka memprediksi masa depan studio akan sulit.
Mereka juga menolak narasi sabotase pihak asing.
Narasi tersebut sebelumnya disebut menelan biaya satu juta euro.
Menurut mereka, masalah berasal dari keputusan internal pimpinan studio.
Beberapa mantan pegawai menyebut Mark dan Leslie sebagai sumber masalah utama.
Pernyataan ini memperkuat kekhawatiran komunitas game.
Kepercayaan terhadap manajemen studio mulai menurun.
Nasib Game MindsEye Masih Tanda Tanya
Situasi ini langsung berdampak pada proyek utama studio, yaitu MindsEye.
Penggemar mempertanyakan kelanjutan pengembangan game tersebut.
Studio belum memberikan pembaruan resmi terkait jadwal dan arah proyek.
Mark Gerhard kini memegang peran penting dalam menentukan arah studio.
Keputusan-keputusan selanjutnya akan sangat krusial.
Publik menunggu apakah studio mampu bertahan.
Masa Depan Build a Rocket Boy Ditentukan Waktu
Build a Rocket Boy masih beroperasi hingga saat ini.
Namun, tekanan internal dan eksternal terus meningkat.
Kepercayaan publik menjadi tantangan terbesar mereka.
Apakah studio akan bangkit atau perlahan menghilang, masih belum jelas.
Semua jawaban bergantung pada langkah manajemen ke depan.
Untuk saat ini, waktu menjadi satu-satunya penentu.
“Baca Juga: Pemain Protes Sistem Gacha Heartopia yang Dinilai Tak Adil“