Whisky galore movie – Minecraft masih menjadi salah satu game paling populer di dunia. Popularitas tersebut mendorong lahirnya ribuan mod yang memperkaya pengalaman bermain.
Namun, tidak semua mod memberikan manfaat bagi pemain. Beberapa pihak justru memanfaatkan popularitas Minecraft untuk menyebarkan program berbahaya.
Baru-baru ini, peneliti keamanan menemukan malware yang menyamar sebagai mod Minecraft. Program tersebut berhasil mencuri data dan mengambil alih ribuan akun pemain.
“Baca Juga: God of War Laufey Resmi Hadir, Faye Jadi Karakter Utama“
McAfee Temukan Operasi Malware Bernama WeedHack
Tim keamanan dari McAfee mengungkap keberadaan malware bernama WeedHack pada 2 Juni 2026.
Menurut laporan mereka, malware tersebut telah menginfeksi sekitar 116.464 korban.
Peneliti juga menemukan bahwa WeedHack sudah beroperasi sejak Januari 2026.
Setiap hari, malware ini mampu menjaring sekitar dua hingga tiga ribu korban baru.
Pelaku menawarkan layanan tersebut melalui sistem berlangganan. Mereka mematok harga mulai dari 250 hingga 500 dolar Amerika Serikat.
Selain itu, pelaku hanya membutuhkan akun Discord untuk memberikan akses kepada pengguna layanan tersebut.
Malware Menyebar Lewat Mod dan Tutorial Palsu
Pelaku menyebarkan malware melalui berbagai cara.
Mereka membuat tutorial palsu di YouTube dan memanfaatkan hasil pencarian internet.
Selain itu, mereka menyisipkan tautan berbahaya pada halaman mod Minecraft yang populer.
Beberapa nama mod terkenal ikut menjadi sasaran penyalahgunaan. Di antaranya terdapat LiquidBounce, Meteor, dan Wurst.
Karena tampil di hasil pencarian teratas, banyak pemain menganggap file tersebut aman.
Akibatnya, banyak pengguna mengunduh malware tanpa menyadari risikonya.
Begini Cara WeedHack Menginfeksi Korban
WeedHack menjalankan beberapa tahap setelah korban mengunduh file berbahaya.
Pertama, malware terhubung ke server tersembunyi yang memanfaatkan jaringan blockchain Ethereum.
Metode ini membantu pelaku menghindari pemblokiran atau penutupan server.
Selanjutnya, malware mencoba menonaktifkan sistem keamanan Windows Defender.
Setelah itu, program tersebut memasang dirinya agar tetap aktif meski komputer dihidupkan ulang.
Pada pengguna berbayar, pelaku memperoleh akses yang lebih luas.
Mereka dapat memantau layar, mengakses webcam, dan mengambil berbagai file penting.
Sementara itu, versi gratis tetap memiliki kemampuan yang sangat berbahaya.
Malware dapat mencuri kata sandi, cookie, dan data akun dari puluhan browser.
Selain itu, malware juga menargetkan akun Discord, Steam, dompet kripto, dan akun Minecraft.
Pelaku bahkan dapat mengambil alih akun tanpa perlu memasukkan kata sandi kembali.
Banyak Korban Berasal dari Kalangan Remaja
McAfee menemukan fakta lain yang cukup mengkhawatirkan.
Peneliti memantau aktivitas sekitar 850 anggota dalam grup Telegram yang terkait dengan operasi tersebut.
Berdasarkan temuan mereka, banyak korban berasal dari kalangan remaja.
Beberapa pelaku mendokumentasikan aktivitas ilegal terhadap para korban.
Kasus yang muncul mencakup pemerasan, pencurian data pribadi, dan penyalahgunaan informasi sensitif lainnya.
Temuan ini menunjukkan bahwa dampak malware tidak hanya terbatas pada kehilangan akun.
Pemain Minecraft Perlu Lebih Waspada
Saat ini, grup Telegram yang terkait dengan WeedHack sudah tidak aktif.
Meski demikian, promosi malware tersebut masih terus beredar di internet.
Pelaku juga terus mengganti domain dan alamat situs untuk menghindari pemblokiran.
Karena itu, pemain perlu lebih berhati-hati saat mengunduh mod Minecraft.
Pastikan selalu menggunakan situs resmi atau sumber terpercaya.
Selain itu, hindari mengunduh file dari tautan yang tidak jelas.
Langkah sederhana tersebut dapat membantu melindungi akun dan data pribadi dari ancaman malware berbahaya.
“Baca Juga: Tomb Raider Baru Diduga Gunakan AI Saat Dikembangkan“