Whisky galore movie – Summer Eternal memperkenalkan RPG terbaru berjudul Red Rooster pada 14 Oktober 2026. Studio indie ini didirikan oleh mantan penulis Disco Elysium, Argo Tuulik dan Dora Klindžić.
Sebelumnya, keduanya mengerjakan proyek sekuel Disco Elysium di ZA/UM. Namun, pengembang membatalkan proyek tersebut sebelum mereka melanjutkan perjalanan melalui Summer Eternal.
Kini, mereka menghadirkan Red Rooster dengan sejumlah konsep yang mengingatkan penggemar pada Disco Elysium. Game ini menggabungkan cerita yang kuat, kebebasan memilih, serta mekanisme permainan yang mengikuti keputusan pemain.
“Baca Juga: Tim Sweeney Kritik Steam, Soroti Ekosistem Game PC“
1. Red Rooster Pamer Desain Dua Karakter Utama
Summer Eternal baru-baru ini membagikan concept art terbaru untuk dua karakter utama, yaitu Redrick dan Astrid. Seniman @GrungeSniper menciptakan ilustrasi tersebut dengan gaya monokrom dan dominasi warna merah menyala.
Ilustrasi itu tidak hanya menampilkan penampilan fisik karakter. Desainnya juga menonjolkan kepribadian dan bahasa tubuh masing-masing tokoh.
Melalui pendekatan visual tersebut, pengembang memberikan gambaran awal mengenai suasana dunia Red Rooster. Namun, pemain masih perlu menunggu informasi lebih lanjut mengenai peran Astrid dalam cerita.
2. Kisah Mantan Narapidana dan Misteri Pembakaran
Red Rooster mengusung konsep RPG yang menggabungkan simulasi dan interaksi dengan lingkungan. Ceritanya mengikuti Redrick Rooster Roost, seorang mantan narapidana yang menghadapi kasus pembakaran misterius.
Redrick harus mencari pelaku yang menimbulkan kekacauan di kota Arta-Tantor. Dalam perjalanannya, pemain akan menjelajahi dunia dengan pendekatan realisme magis.
Pengembang juga menyisipkan unsur fiksi ilmiah ke dalam cerita. Kombinasi tersebut berpotensi menghadirkan pengalaman berbeda bagi penggemar RPG yang mengutamakan narasi dan eksplorasi.
3. The Coop Menghadirkan Pertarungan di Dalam Pikiran
Salah satu mekanisme menarik dalam Red Rooster adalah area bernama The Coop. Tempat ini berada di dalam pikiran Redrick dan menjadi rumah bagi berbagai sosok alter ego bernama Roosters.
Setiap Rooster mewakili sosok berbeda yang dapat memengaruhi pikiran protagonis. Pilihan pemain menentukan sosok mana yang semakin dominan dan mana yang perlahan menghilang.
Pemain juga bisa memilih Rooster yang boleh tinggal di The Coop. Sebaliknya, pemain dapat menolak kehadiran sosok tertentu.
Namun, keputusan dialog juga membawa konsekuensi. Jika pemain terus mengutamakan Rooster yang berada di luar The Coop, sosok tersebut akan berusaha memasuki pikiran Redrick.
Mekanisme ini membuat pilihan dialog berpotensi memengaruhi perkembangan karakter. Selain itu, pemain perlu mempertimbangkan konsekuensi setiap keputusan selama permainan.
4. Sistem Inventory Terinspirasi dari Kingdom Death: Monster
Red Rooster juga menghadirkan sistem inventory dengan grid berukuran 3×3. Pemain dapat menempatkan pakaian dan aksesori pada kotak-kotak tersebut.
Setiap item memengaruhi statistik dan kemampuan karakter. Bahkan, posisi item yang berdekatan dapat menciptakan kombinasi yang memberikan keuntungan tertentu.
Summer Eternal menyebut Kingdom Death: Monster sebagai salah satu inspirasi sistem inventory tersebut. Pengembang juga mengambil inspirasi dari Exanima, seri Divinity garapan Larian, dan Dark Messiah of Might and Magic.
Berbagai inspirasi itu menunjukkan pendekatan pengembang dalam menggabungkan mekanisme permainan yang berbeda.
5. Kapan Red Rooster Akan Dirilis?
Hingga kini, Summer Eternal belum mengumumkan jadwal rilis resmi Red Rooster. Pengembang juga belum memberikan informasi lengkap mengenai platform yang akan mendukung game tersebut.
Meski demikian, konsep cerita, sistem alter ego, dan mekanisme inventory menjadi daya tarik awal game ini. Penggemar RPG naratif dapat menantikan informasi berikutnya mengenai perkembangan proyek tersebut.
Untuk saat ini, pemain masih perlu menunggu pengumuman resmi dari Summer Eternal mengenai tanggal rilis dan detail gameplay lainnya.
“Baca Juga: Library of Ruina Pecahkan Rekor Guinness Game Terpanjang“