Server Ubisoft Dibobol, Klaim Hacker Saling Bantah

Whisky galore movie – Server Ubisoft Dibobol: baru saja menghadapi insiden keamanan serius. Serangan hacker memaksa perusahaan menutup sementara server Rainbow Six Siege. Kejadian ini langsung memicu perhatian komunitas global.

Laporan awal menyebut hacker berhasil menembus server internal Ubisoft. Informasi yang beredar bahkan mengklaim kebocoran data dalam skala sangat besar. Namun, beberapa klaim tersebut masih menuai perdebatan.

“Baca Juga: Marvel Rivals Siapkan Mode Baru dan Konten Besar 2026“


Klaim Kebocoran Data Besar Mulai Dipertanyakan

Sejumlah laporan menyebut kebocoran data mencapai 900 GB. Data tersebut diklaim mencakup source code dan alat internal. Namun, hingga kini tidak ada bukti kuat yang mendukung klaim tersebut.

Akun X asal Spanyol, Taison TV, memberikan klarifikasi. Akun tersebut menyebut tidak ada data pengguna yang bocor. Selain itu, klaim kebocoran ratusan gigabyte dinilai tidak akurat.

Lebih lanjut, grup yang mengaku sebagai pelaku tidak menunjukkan bukti teknis. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya pihak yang mengaku-ngaku.


Metode Serangan Diduga Manfaatkan Celah MongoDB

Kelompok riset keamanan VX-Underground memberikan analisis teknis. Mereka menyebut hacker memanfaatkan celah keamanan bernama MongoBleed. Celah ini berasal dari sistem basis data MongoDB.

Kerentanan tersebut tercatat sebagai CVE-2025-14847. Celah ini memungkinkan akses tanpa izin ke memori database. Akibatnya, data sensitif server dapat terbaca.

Melalui celah ini, hacker bisa melihat isi server internal. Namun, laporan tersebut tidak memastikan pencurian data dalam jumlah besar.


Lima Grup Hacker Saling Klaim dan Bantah

Setelah insiden ini, lima grup hacker muncul ke publik. Masing-masing grup menyampaikan klaim berbeda. Situasi ini memperkeruh informasi yang beredar.

Grup pertama mengaku memanipulasi sistem Rainbow Six Siege. Mereka menyebut hanya mengubah ban dan item dalam game. Grup ini menegaskan tidak mengakses data pemain.

Grup kedua mengklaim mencuri data Ubisoft sejak 1990. Mereka menyebut memanfaatkan celah MongoDB. Namun, klaim ini langsung mendapat bantahan.

Grup ketiga juga mengaku menggunakan celah yang sama. Namun, tujuan mereka disebut untuk pemerasan. Mereka ingin Ubisoft membayar tebusan.

Grup keempat justru membantah klaim grup kedua. Mereka menyebut grup tersebut berbohong. Mereka juga menuduh grup kedua menyamar sebagai grup pertama.


Grup Kelima Ungkap Detail Teknis Serangan

Kemunculan grup kelima menjadi sorotan baru. Grup ini membagikan penjelasan teknis secara rinci. Mereka memaparkan langkah serangan dari awal.

Grup ini juga menyertakan bukti visual. Bukti tersebut menjelaskan bagaimana akses server terjadi. Selain itu, mereka mengungkap peran grup lain.

Menurut laporan, grup kelima memiliki keahlian tinggi. Mereka dikenal mahir melakukan reverse engineering. Penjelasan mereka dinilai paling kredibel sejauh ini.


Server Ubisoft Dibobol: Respons dan Langkah Pengamanan

Ubisoft telah mengonfirmasi gangguan pada Rainbow Six Siege. Perusahaan langsung melakukan rollback server. Tim teknis juga menutup celah keamanan yang ditemukan.

Hingga kini, Ubisoft belum mengumumkan dampak kebocoran data. Perusahaan masih melakukan investigasi internal. Langkah lanjutan akan diumumkan setelah proses selesai.

Kasus ini menunjukkan pentingnya keamanan server game. Selain itu, insiden ini mengingatkan risiko besar di industri digital. Komunitas kini menunggu klarifikasi resmi berikutnya dari Ubisoft.

“Baca Juga: Build Sora Mobile Legends Terkuat untuk Ranked“