Whisky galore movie – Cheating masih menjadi masalah besar dalam industri game online. Fenomena tersebut sudah muncul sejak era awal game multiplayer dan terus berkembang hingga sekarang.
Banyak pemain mencoba mencari cara curang agar memperoleh keuntungan saat bermain. Akibatnya, banyak game populer menghadapi masalah cheater yang sulit dihilangkan.
Beberapa game yang sering terkena masalah ini antara lain Marvel Rivals, PUBG: Battlegrounds, Apex Legends, ARC Raiders, hingga Call of Duty. Game kompetitif dengan banyak pemain biasanya menjadi target utama praktik cheating.
“Baca Juga: Ice-T Ketakutan Hadapi Monster Laba-Laba Resident Evil Requiem“
Call of Duty Perkuat Sistem Anti-Cheat
Pengembang Call of Duty sebenarnya sudah berusaha mengatasi masalah tersebut. Mereka meningkatkan sistem pendeteksi cheat sejak awal Februari.
Peningkatan itu muncul bersamaan dengan peluncuran Season 2. Pembaruan tersebut berlaku untuk Call of Duty: Black Ops 7.
Sistem baru tersebut bertujuan mendeteksi program curang yang digunakan pemain. Namun, upaya itu belum sepenuhnya menghentikan aktivitas cheater.
Sebagian pemain tetap mencoba mencari celah agar bisa bermain secara tidak adil. Oleh karena itu, masalah cheating masih muncul di komunitas pemain.
Studi Ungkap Call of Duty Jadi Target Cheat Terbesar
Sebuah studi dari perusahaan keamanan siber Surfshark mengungkap fakta menarik. Penelitian itu menunjukkan bahwa Call of Duty menjadi game yang paling banyak dicari cheat-nya di internet.
Surfshark menemukan sekitar 66 pencarian cheat untuk setiap 1.000 pemain Call of Duty. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan game online lain.
Rocket League berada di posisi kedua dengan 59 pencarian cheat per 1.000 pemain. Sementara itu, Tom Clancy’s Rainbow Six Siege menempati posisi ketiga dengan 53 pencarian.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa minat pemain terhadap cheat masih cukup tinggi. Selain itu, popularitas sebuah game juga memengaruhi jumlah pencarian cheat.
Surfshark Analisis Banyak Game Multiplayer Populer
Surfshark melakukan riset dengan menganalisis 15 game multiplayer populer. Beberapa di antaranya termasuk Rocket League, Fortnite, Counter-Strike 2, Apex Legends, dan Marvel Rivals.
Selain itu, penelitian juga mencakup ARC Raiders serta Tom Clancy’s Rainbow Six Siege. Tim peneliti kemudian menelusuri volume pencarian di internet selama Februari.
Mereka menggunakan kata kunci yang sering terkait dengan cheating. Contohnya seperti aimbot, wallhack, hack, dan cheat.
Metode tersebut membantu peneliti melihat seberapa besar minat pemain terhadap program curang.
Game MOBA Tunjukkan Komunitas Lebih Sehat
Menariknya, game dengan tingkat pencarian cheat paling rendah justru datang dari genre MOBA. Beberapa contohnya adalah Overwatch, League of Legends, Valorant, dan DOTA 2.
Surfshark menilai komunitas pemain MOBA memiliki tingkat integritas yang lebih tinggi. Hal tersebut terlihat dari angka pencarian cheat yang sangat rendah.
Rata-rata pencarian cheat pada game MOBA hanya sekitar 0,3 per 1.000 pemain. Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan game kompetitif lain.
Faktor kerja sama tim dan sistem permainan mungkin memengaruhi perilaku pemain dalam genre tersebut.
Sistem Anti-Cheat Tingkat Tinggi Bantu Kurangi Cheater
Studi tersebut juga mengungkap pengaruh teknologi anti-cheat terhadap perilaku pemain. Game yang menggunakan sistem keamanan tingkat tinggi biasanya memiliki minat cheating yang lebih rendah.
Contohnya muncul pada sistem anti-cheat yang berjalan di level inti sistem operasi komputer. Sistem tersebut memiliki akses luas terhadap memori dan perangkat keras.
Dengan akses tersebut, sistem keamanan dapat memantau proses yang berjalan secara tersembunyi. Oleh karena itu, sistem mampu mendeteksi banyak bentuk kecurangan.
Pendekatan tersebut membuat pengembang lebih mudah menjaga permainan tetap adil. Selain itu, sistem tersebut juga dapat menekan minat pemain untuk mencari cheat.
“Baca Juga: Ubisoft Pastikan Assassin’s Creed Jade Masih Dikembangkan“