Whisky galore movie – Pragmata menjadi salah satu game terbaru Capcom yang mendapat sambutan positif dari para pemain. Game ini menawarkan perpaduan aksi, teka-teki, dan hubungan menarik antara Hugh serta Diana.
Namun, kesuksesan tersebut ternyata lahir dari proses pengembangan yang sangat panjang. Tim developer bahkan harus menghadapi revisi berulang sebelum proyek ini mendapat persetujuan.
“Baca Juga: Update Palworld 1.0 Jadi yang Terbesar Sepanjang Sejarah“
Capcom Memulai Proyek Pragmata pada 2019
Tim developer membagikan kisah tersebut melalui siaran langsung di kanal YouTube resmi Capcom pada 18 Juni 2026.
Dalam acara itu, mereka menjelaskan perjalanan panjang sejak tahap awal pengembangan.
Semua bermula pada 2019 ketika Jun Takeuchi, Head of Capcom Development Division 1, memberi tantangan kepada tim muda.
Ia meminta mereka membuat konsep untuk sebuah proyek baru yang kemudian berkembang menjadi Pragmata.
Setelah melalui berbagai ide, Capcom memperkenalkan trailer pertama Pragmata. Saat itu, perusahaan menargetkan perilisan pada 2022.
Namun, tantangan besar langsung muncul setelah proyek memasuki tahap pengembangan.
Tim Developer Menghadapi Banyak Penolakan
Developer mengaku banyak bagian game gagal memenuhi harapan manajemen.
Mereka menyelesaikan beberapa area permainan, tetapi petinggi Capcom terus meminta perubahan.
Penolakan yang datang secara berulang membuat tim kehilangan arah.
Beberapa anggota bahkan memilih meninggalkan proyek karena tekanan yang semakin besar.
Situasi tersebut menjadi salah satu alasan utama Capcom menunda jadwal perilisan Pragmata.
Tim harus kembali memperbaiki banyak aspek sebelum melanjutkan pengembangan.
Kritik Tajam Mendorong Perubahan Besar
Developer juga mengungkap berbagai kritik yang mereka terima selama proses evaluasi.
Petinggi Capcom menilai tim belum mampu menghadirkan teka-teki yang menarik.
Mereka juga menganggap aksi permainan belum terasa memuaskan.
Selain itu, desain level dinilai masih kurang kuat untuk sebuah game besar.
Tim tidak menyerah menghadapi kritik tersebut.
Sebaliknya, mereka mencari konsep baru yang dapat memperkuat pengalaman bermain.
Akhirnya, mereka menciptakan sistem hacking milik karakter Diana.
Fitur itu kemudian menjadi salah satu identitas utama Pragmata.
Sistem Hacking Sempat Menimbulkan Masalah Baru
Walaupun membawa perubahan besar, sistem hacking juga memunculkan tantangan lain.
Developer harus menyeimbangkan elemen aksi dengan teka-teki.
Proses tersebut berlangsung cukup sulit karena kedua unsur harus saling melengkapi.
Versi awal sistem itu bahkan kembali mendapat penilaian negatif dari internal perusahaan.
Tim menerima seluruh masukan tersebut dan segera melakukan revisi.
Mereka terus menyempurnakan gameplay hingga memperoleh hasil yang lebih baik.
Revisi Menentukan Masa Depan Pragmata
Developer menyebut tahap revisi terakhir menjadi momen paling penting.
Hasil evaluasi akan menentukan nasib proyek Pragmata.
Jika revisi gagal memenuhi harapan, Capcom berpotensi menghentikan pengembangan game tersebut.
Untungnya, tim berhasil memperbaiki prototype sesuai permintaan perusahaan.
Capcom akhirnya memberi lampu hijau untuk melanjutkan proyek.
Keputusan tersebut membuka kesempatan bagi tim untuk membangun kembali Pragmata dari fondasi yang lebih kuat.
Kerja Keras Developer Berbuah Hasil Positif
Seluruh perjuangan developer akhirnya membuahkan hasil.
Pragmata mendapat banyak ulasan positif setelah dirilis.
Game ini juga mencatat penjualan lebih dari dua juta kopi.
Pemain memuji gameplay yang seru, cerita yang menarik, dan hubungan antara Hugh serta Diana.
Developer mengaku pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting.
Mereka percaya kritik dan revisi membantu tim menghasilkan game yang jauh lebih baik daripada konsep awal.
“Baca Juga: Arkane Studios Terancam Tutup, Marvel Blade Ikut Terancam“