Neverness to Everness Raup Rp5,2 Triliun Sejak Rilis

Whisky galore movie – Neverness to Everness berhasil menarik perhatian pemain sejak debutnya pada April 2026. Game action RPG bertema kota tersebut dikembangkan oleh Hotta Studio.

Perfect World menerbitkan game tersebut dan baru-baru ini merilis laporan keuangan. Laporan tersebut menunjukkan performa finansial Neverness to Everness yang cukup besar.

“Baca Juga: The Last of Us Multiplayer Diduga Habiskan Dana Besar“

Neverness to Everness Raup Pendapatan Rp5,2 Triliun

Menurut laporan Perfect World, Neverness to Everness menghasilkan pendapatan sekitar 2 miliar yuan. Nilai tersebut setara sekitar Rp5,2 triliun berdasarkan konversi dalam laporan.

Perfect World mencatat angka tersebut hingga 18 Agustus 2026. Pencapaian itu menunjukkan peningkatan besar dibandingkan laporan sebelumnya.

Pada 30 Juni 2026, Neverness to Everness mencatat pendapatan sekitar 1,4 miliar yuan. Angka tersebut setara sekitar Rp3,7 triliun.

Dengan demikian, game tersebut menambah sekitar 600 juta yuan dalam waktu sekitar satu setengah bulan. Jika menggunakan nilai konversi laporan, peningkatan tersebut mencapai sekitar Rp1,5 triliun.

Pencapaian tersebut menunjukkan tingginya aktivitas pemain setelah game memasuki pasar. Sistem gacha juga menjadi salah satu bagian penting dalam model bisnis game tersebut.

Perfect World Catat Kerugian Operasional Rp310 Miliar

Meskipun mencatat pendapatan besar, Perfect World juga melaporkan kerugian operasional. Neverness to Everness mencatat kerugian sekitar 118 juta yuan.

Nilai tersebut setara sekitar Rp310 miliar pada periode awal tahun fiskal 2026. Namun, Perfect World menjelaskan bahwa angka tersebut tidak menggambarkan performa pendapatan secara sederhana.

Menurut penjelasan perusahaan, waktu pencatatan biaya dan pendapatan menjadi faktor utama. Perfect World mengeluarkan biaya pemasaran besar pada periode awal peluncuran.

Sementara itu, perusahaan mencatat pendapatan dari pembelian pemain dalam periode lebih panjang. Kondisi tersebut membuat waktu pengeluaran dan pencatatan pendapatan tidak berjalan bersamaan.

Pendapatan Game Terus Menunjukkan Pertumbuhan

Perbedaan waktu pencatatan tersebut menjelaskan sebagian kerugian yang muncul dalam laporan. Karena itu, angka kerugian operasional tidak otomatis menunjukkan rendahnya minat pemain.

Sebaliknya, pendapatan Neverness to Everness terus meningkat sejak peluncuran. Game tersebut juga berhasil mempertahankan perhatian pemain hingga Agustus 2026.

Hotta Studio menghadirkan dunia kota modern dengan elemen action RPG. Selain itu, sistem gacha mendorong pemain mengumpulkan berbagai karakter dan item.

Pertumbuhan pendapatan tersebut menjadi sinyal positif bagi Perfect World. Namun, perusahaan tetap perlu menjaga jumlah pemain dan pendapatan dalam jangka panjang.

Dengan pencapaian sekitar Rp5,2 triliun, Neverness to Everness menunjukkan performa finansial yang menarik. Kini, perkembangan game tersebut akan menjadi perhatian setelah memasuki fase berikutnya.

Menurut kamu, apakah pencapaian Neverness to Everness ini sudah menunjukkan kesuksesan besar?

“Baca Juga: Norse Saga Buka Pra-Registrasi, Banjir Hadiah Menarik“