Whisky galore movie – Komunitas pemain Forza Horizon 6 di Jepang tengah membahas sejumlah kasus pemblokiran desain mobil itasha.
Para kreator mengaku menerima penghapusan desain dari game. Beberapa kreator juga khawatir membagikan desain baru karena takut terkena banned.
“Baca Juga: Activision Siapkan Game Halo Baru, Ini Detailnya“
Kreator Jepang Laporkan Penghapusan Desain Itasha
Masalah ini bermula dari laporan sejumlah kreator yang membuat desain itasha. Mereka menghias mobil dengan karakter anime, manga, dan gim.
Beberapa kreator kemudian mengaku menerima permintaan penghapusan desain. Kondisi tersebut membuat mereka memilih menahan karya baru yang sudah mereka buat.
Selain desain karakter, beberapa kreator juga menghadapi masalah dengan logo asli. Logo produsen mobil dan komponen otomotif tertentu ikut mendapat laporan.
Karena itu, para kreator mulai mempertanyakan sistem moderasi konten buatan pemain. Mereka ingin mengetahui batasan desain yang dapat mereka bagikan.
Pemain Khawatir Mengalami Banned karena Laporan
Sejumlah pemain juga mengaku mendapat banned setelah membagikan desain itasha. Beberapa pemain bahkan menerima laporan setelah menunjukkan desain secara terbuka.
Selain itu, komunitas menemukan kasus laporan terhadap desain yang masih berada pada tahap awal. Beberapa pemain mengaku menerima laporan untuk karya yang hanya berisi garis dan sketsa.
Kondisi tersebut membuat pemain kesulitan memahami aturan konten. Mereka juga mempertanyakan standar yang digunakan moderator ketika menilai sebuah desain.
Komunitas kemudian menduga pihak tertentu melakukan laporan secara massal. Namun, komunitas belum memiliki bukti yang memastikan dugaan tersebut.
Komunitas Minta Aturan Moderasi Lebih Jelas
Para pemain Jepang meminta developer memberikan aturan yang lebih rinci. Mereka membutuhkan contoh desain yang jelas agar dapat memahami batasan konten.
Saat ini, aturan yang tersedia menjelaskan larangan secara umum. Namun, aturan tersebut belum menjelaskan secara khusus desain itasha.
Situasi tersebut menimbulkan kebingungan bagi kreator. Mereka ingin membagikan karya tanpa menghadapi risiko pemblokiran secara tiba-tiba.
Selain itu, komunitas menilai masalah tersebut terasa ironis. Forza Horizon 6 mengambil latar Jepang dan menampilkan budaya otomotif negara tersebut.
Karena itu, sebagian pemain berharap developer mempertimbangkan konteks budaya ketika menilai desain buatan pemain.
Developer Perbarui Aturan Kode Etik Forza Horizon 6
Developer Forza memperbarui informasi mengenai kode etik pemain pada 24 September 2026. Namun, developer belum menghubungkan pembaruan tersebut dengan kasus itasha.
Developer menjelaskan bahwa moderator manusia akan meninjau laporan terhadap konten buatan pemain. Jumlah laporan juga tidak menentukan urutan pemeriksaan.
Selain itu, developer menerapkan tahapan hukuman berdasarkan tingkat pelanggaran. Pelanggaran pertama dapat menghasilkan peringatan bagi pemain.
Pelanggaran berikutnya dapat membuat developer memberikan penangguhan. Durasi penangguhan juga dapat meningkat ketika pemain kembali melanggar aturan.
Developer juga menjelaskan aturan untuk pemblokiran permanen. Mereka menerapkan hukuman tersebut tanpa pelanggaran sebelumnya untuk pelanggaran berat tertentu.
Konten seksual eksplisit dan ketelanjangan termasuk dalam kategori pelanggaran berat. Kebijakan Zero Tolerance juga mencakup beberapa jenis pelanggaran lain.
Pemain Jepang Masih Menunggu Penjelasan Lebih Detail
Pembaruan aturan belum menjawab seluruh pertanyaan komunitas Jepang. Para pemain masih membutuhkan penjelasan mengenai desain itasha secara lebih spesifik.
Mereka berharap developer memberikan contoh konten yang boleh dan tidak boleh digunakan. Dengan begitu, kreator dapat membuat desain tanpa rasa khawatir.
Sementara itu, komunitas masih membahas kasus tersebut. Para pemain juga menunggu kejelasan mengenai proses moderasi dan alasan penghapusan desain.
Dengan aturan yang lebih rinci, developer dapat membantu kreator memahami batasan konten. Selain itu, pemain dapat menikmati fitur desain mobil dengan lebih nyaman.