Whisky galore movie – Game Among Us kembali menjadi sorotan karena sebuah kisah mengejutkan. Seorang remaja perempuan berhasil mencari pertolongan melalui game tersebut setelah mengalami penculikan.
Kisah ini melibatkan Kylie Arellano, remaja berusia 17 tahun asal Utah, Amerika Serikat. Ia menghilang pada Mei 2025 ketika masih berusia 15 tahun.
Menurut laporan Newsweek, Kylie diduga mengalami penyekapan selama lebih dari 500 hari. Seorang pria bernama Adam Hunter Harmel, berusia 39 tahun, diduga menyekapnya di ruang bawah tanah rumahnya.
Kasus ini menunjukkan bagaimana komunikasi melalui game online dapat membantu korban mencari pertolongan. Berikut kronologi Kylie menggunakan Among Us untuk mengungkap keberadaannya.
“Baca Juga: Review Dominus Gladiatus: Game Manajemen Gladiator“
Remaja Utah Diduga Menjadi Korban Penculikan
Jaksa federal menuduh Harmel bertemu Kylie melalui internet sebelum menjemputnya di Utah. Setelah itu, pelaku diduga membuang ponsel Kylie ke sungai.
Harmel kemudian membawa Kylie melintasi perbatasan negara bagian menuju Oregon. Selama berada di rumah pelaku, Kylie diduga tidak mendapat kebebasan untuk keluar.
Laporan tersebut juga menyebut Harmel melakukan kekerasan terhadap Kylie. Bahkan, pelaku diduga memaksanya melepas kawat gigi menggunakan tang.
Tindakan tersebut diduga bertujuan menyulitkan orang lain mengenali identitas Kylie. Sementara itu, jaksa federal menjerat Harmel dengan tuduhan terkait penyekapan anak lintas negara bagian.
Pihak berwenang juga menuduhnya memiliki niat melakukan tindakan seksual terhadap korban. Informasi mengenai dakwaan tersebut muncul dalam laporan Departemen Kehakiman Utah pada 4 November 2026.
Among Us Membuka Jalan bagi Kylie untuk Mencari Bantuan
Meski berada dalam situasi sulit, Kylie masih memiliki akses ke sebuah ponsel. Harmel diduga memberikan perangkat tersebut tanpa layanan seluler.
Namun, ponsel itu masih dapat terhubung ke jaringan Wi-Fi. Kesempatan tersebut kemudian membantu Kylie menjalin komunikasi dengan orang lain.
Pada pertengahan Oktober 2026, Kylie memainkan Among Us. Melalui game tersebut, ia mulai mengobrol dengan seorang anak.
Percakapan mereka kemudian berlanjut melalui media sosial. Dalam komunikasi itu, Kylie mengungkapkan identitasnya dan menjelaskan bahwa seseorang menyekapnya.
Anak tersebut kemudian membantu menghubungkan Kylie dengan keluarganya. Ibunya lantas mengambil langkah untuk memastikan kondisi dan keberadaan Kylie.
Panggilan Video Membantu Polisi Menemukan Korban
Pada 1 November 2026, ibu anak yang berkomunikasi dengan Kylie menghubungi FBI. Ia juga melakukan panggilan video dengan Kylie untuk memastikan kebenaran ceritanya.
Dalam percakapan tersebut, Kylie menceritakan pengalaman selama berada dalam penyekapan. Ia juga menunjukkan sejumlah bukti kepada tim penyidik.
Salah satu bukti yang muncul dalam laporan adalah pisau. Kylie menunjukkan benda tersebut karena Harmel diduga menyimpannya di bawah bantal kamar.
Informasi itu membantu penyidik memahami kondisi yang dialami Kylie. Selain itu, komunikasi melalui panggilan video memberikan petunjuk penting mengenai lokasi korban.
Pada hari yang sama, polisi berhasil menemukan dan menyelamatkan Kylie di Oregon. Petugas kemudian membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, polisi menangkap Harmel ketika melakukan razia lalu lintas. Proses hukum terhadap pria tersebut kemudian berlanjut melalui dakwaan federal.
Game Online Bisa Membantu Korban Mencari Pertolongan
Kisah Kylie bukan satu-satunya kasus yang melibatkan game online dan penculikan. Sebelumnya, dua saudari berusia 12 dan 15 tahun juga berhasil selamat dari penculikan.
Keduanya mengenal seorang pria melalui game Roblox pada awal 2026. Kasus tersebut kembali menunjukkan pentingnya komunikasi dan kewaspadaan saat berinteraksi dengan orang asing di internet.
Kisah Kylie juga memperlihatkan bahwa game online dapat membuka peluang komunikasi ketika korban menghadapi keterbatasan. Namun, pengguna tetap perlu menjaga keamanan identitas dan informasi pribadi saat bermain.
Pada akhirnya, keberanian Kylie untuk meminta bantuan menjadi bagian penting dalam penyelamatan dirinya. Dukungan keluarga dan tindakan cepat pihak berwenang juga membantu mengakhiri penyekapan tersebut.
“Baca Juga: Danica Resmi Diperkenalkan untuk Genshin Impact 7.3“